Publication Ethic

Etika Publikasi

Pernyataan etika ini mengatur perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerbitan artikel di Jurnal Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara, meliputi penulis, editor, Dewan Editor, mitra bestari (reviewer), dan penerbit. Pedoman ini disusun berdasarkan COPE’s Best Practice Guidelines for Journal Editors.

Tanggung Jawab Penerbit

Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia sebagai penerbit Jurnal Nun bertanggung jawab menjaga integritas seluruh proses penerbitan. Keputusan editorial bersifat independen dan tidak dipengaruhi oleh iklan, cetak ulang, maupun kepentingan komersial lainnya. Penerbit dan Dewan Editor dapat berkoordinasi dengan jurnal atau penerbit lain apabila diperlukan.

Keputusan Publikasi

Editor bertanggung jawab menentukan naskah yang layak diterbitkan berdasarkan validitas ilmiah, kontribusi akademik, serta kesesuaiannya dengan fokus dan ruang lingkup jurnal. Editor berpedoman pada kebijakan jurnal dan ketentuan hukum terkait hak cipta, plagiarisme, dan pencemaran nama baik, serta dapat berkonsultasi dengan penelaah atau editor lain.

Keadilan dan Kerahasiaan

Editor mengevaluasi naskah secara objektif tanpa diskriminasi apa pun. Seluruh informasi naskah bersifat rahasia dan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang dalam proses editorial.

Konflik Kepentingan

Materi yang belum dipublikasikan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Setiap potensi konflik kepentingan harus diungkapkan secara transparan.

Tugas Penelaah

Penelaah berkontribusi pada keputusan editorial secara objektif, profesional, dan tepat waktu. Naskah yang ditelaah bersifat rahasia. Penelaah wajib mengidentifikasi karya relevan yang belum dirujuk, menghindari konflik kepentingan, serta tidak menggunakan informasi penelaahan untuk keuntungan pribadi.

Tugas Penulis

Penulis wajib menyajikan karya yang orisinal, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Plagiarisme, fabrikasi data, dan publikasi ganda tidak dibenarkan. Penulis harus mencantumkan rujukan secara tepat, mengungkapkan sumber pendanaan dan konflik kepentingan, serta memastikan kepengarangan sesuai dengan kontribusi ilmiah.

Kesalahan dan Penarikan Artikel

Apabila ditemukan kesalahan mendasar atau pelanggaran etika setelah publikasi, penulis wajib bekerja sama dengan editor untuk melakukan koreksi atau penarikan artikel (retraction).

Artikel dapat ditarik kembali apabila:

  1. Temuan penelitian tidak dapat diandalkan akibat pelanggaran etika atau kesalahan serius;

  2. Terjadi publikasi redundan tanpa rujukan atau izin yang memadai;

  3. Artikel mengandung plagiarisme;

  4. Artikel melaporkan penelitian yang tidak etis.